NONTON BARENG HMJ SEJARAH : FILM JANUR KUNING

HMJ Sejarah tahun ini memberikan banyak inovasi dalam program kerjanya, tidak terkecuali adalah pada BIdang Penalaran. Tahun ini Bidang Penalaran HMJ Sejarah mempunyai program Nonton Bareng film-film sejarah. Tujuannya adalah mengenalkan kepada mahasiswa dan HMJ Sejarah khususnya untuk mengenal film-film berbasis sejarah. Program ini dilakukan setiap dua minggu sekali pada Hari Rabu dan dilaksanakan di Gedung I5 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.

Pada hari rabu HMJ Sejarah Fakutas Ilmu Sosial mengadakan agenda rutin yaitu pemutaran film sejarah. Pemutaran film sejarah kedua yang berjudul “Janur Kuning” dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Maret 2018 bertempat di Gedung I.5 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.  Agenda pemutaran ini di putar pukul 18.00 – tertidur. Kali ini pemutaran film “Janur Kuning” mengundang pemantik yaitu Anugerah Firman Fhitaman, Wakil Ketua HMJ Sejarah 2013 dengan di moderator oleh Sinta Febriana anggota Bidang Penalaran HMJ Sejarah 2018.

Film “Janur Kuning” adalah film actiong berlatar belakang perjuangan Indonesia pada masa penjajahan yang diproduksi pada jaman Orde Baru, film ini memiliki keunikan sendiri yaitu terdapat sosok Soeharto yang mana beliau adalah seseorang yang sederhana, ramah terhadap rakyat dan mencintai istri serta bangsanya. Film ini belatar belakang pada jaman Belanda menguasai Indonesia. Di film ini juga dihadirkan perjuangan sosok istri yang mengandung anak dalam keadaan sering ditinggal berperang melawan Belanda. Hal ini dapat di ibaratkan bahwa dibalik sosok lelaki yang tangguh terdapat wanita yang kuat disampingnya.

Agenda rutin pemutaran film “Janur Kuning” kali ini berhasil memikat para penonton, sekitar kurang lebih 40 orang hadir untuk menyaksikan film ini. Selain dapat berkumpul dengan teman-teman, kita mendapat snack juga ilmu yang bermanfaat dengan menonton film ini. Setelah film selesai ditunjukkan, pemantik mereview soal isi film dan juga penonton saling berinteraksi dalam diskusi mengenai film yang sudah ditonton. Antusias peserta yang menonton sangat terlihat ketika diskusi antara pemantik dan penonton  yang saling saut bersautan menjadikan suasana diskusi kali ini terasa hidup. Banyak peserta yang mengeluarkan pendapat mereka, dan pemantik pun menjelaskannya. Dari penjelasan pemantik, terdapat perbedaan film sejarah dan film dokumenter sehingga kita dapat menganalisis setiap film yang berbau sejarah. Selin itu, dapat disimpulkan bahwa Film pada jaman pasca kemerdekaan dapat digunakan sebagai media propaganda dan juga sebagai senjata politik karena dengan film masyarakat mudah mendapat informasi yang mana masyarakat memang gemar mencari hiburan biasanya dengan menonton film dan juga radio.

            Yang menarik dari film “Janur Kuning” ini, bahwa film ini berhasil menggunakan latar belakang masa penjajahan dan juga menggambarkan para pejuang dahulu yang mempunyai semangat yang seperti api, berkobar-kobar melawan penjajahan. Rasa cinta nya kepada bangsa mengalahkan rasa cintanya kepada diri sendiri sehingga mereka rela mati dengan terhomat di medan perang demi membela tanah airnya. Film ini diharapkan dapat menjadi stimulus kepada generasi muda bahwa rasa nasionalisme itu penting dan harus tertanam di dalam diri masng-masing. Karena kalau bukan kita sendiri yang menjaga tanah air kita, lalu siapa lagi? Tanah kita, air kita, bukan tanah mereka, air mereka. VRS