21 MEI 1998 : REFORMASI

Sejarah berbicara, bahwa mahasiswa pernah jaya pada masanya.
Menciptakan perubahan, melawan ketidak adilan.
Mahasiswa bersatu menurunkan rezim dengan cara turun ke jalan.
Kini bagaimana dengan agenda reformasi ? Masih adakah idealisme dari mahasiswa ? Masih adakah keberanian mahasiswa melawan ketidak adilan ?
Nampaknya sebagian besar mahasiswa dinina bobokan oleh sistem birokrat kampus.
Apatis akan rakyat, beberapa yg turun ke jalan menjual idealisme hanya untuk perut.
Bangun mahasiswa, perjuangan belum berakhir
Selamatkan rakyatmu, Selamatkan Indonesia !
Hidup Mahasiswa Indonesia !!
.
————————————-
HMJ Sejarah
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Malang

SELAMAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Dikutip dari Banjarmasin Post, “Hari kebangkitan nasional yaitu masa di mana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan Negaranya.
Hari Kebangkitan Nasional atau disingkat dengan Harkitnas itu sendiri lahir pada tanggal 20 mei 1908 yang di ambil dari organisasi Budi Utomo (Boedi Oetomo)”.
.
Banggalah menjadi masyarakat indonesia, cintailah tanah air kita INDONESIA. Tetaplah berjuang melawan penjajah.
Sadarlah kita saat ini terjajah oleh negara lain. Ya kita sedang dijajah: pikiran, kemampuan, dan otak kita. Maka dari itu bangkitlah wahai pemuda Indonesia, mari kita lawan penjajah dengan cara yang cerdas. Belajarlah terus dan terus agar otak kalian tidak terjajah. .
.
———————————–
Bidang Teknologi, Informasi, dan Pustaka
HMJ Sejarah
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Malang

HARI BUKU NASIONAL, MOMENTUM UNTUK BUDAYAKAN MEMBACA

Buku adalah Jendela Dunia

Dengan membaca buku, pengetahuan dan wawasan kita akan semakin luas. Ibarat sebuah rumah tanpa buku, adalah seperti sebuah ruangan tanpa jendela.
Hampa. Tidak bisa melihat dunia luar. Pengetahuan terbatas pada satu konteks saja.

Tanpa buku, tidak akan ada yang bisa dipelajari. Bahkan kebenaran sesuatu juga bisa ditelaah dari sebuah buku.
Buku menyimpan banyak rahasia, sejarah, cerita, wawasan dan sumber pengetahuan.
.
The more that you read, the more things you will know🔎🔎
Semakin banyak yang kita baca, maka akan semakin banyak pula yang kita ketahui.
.
Mari Budayakan Membaca Buku. 😊💪🏻📚📚📖
.
Selamat Hari Buku Nasional.
#JasMerah
#jayakanindonesia2045
—————————————-
Bidang Teknologi, Informasi, dan Pustaka
HMJ Sejarah
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Neveri Malang

TODAY’S HISTORY : KONFERENSI ASIA AFRIKA 1995

Kaa

Konferensi Asia Afrika

“…Dan pada hari ini di dalam gedung ini berkumpullah pemimpin-pemimpin bangsa-bangsa yang tadi itu! Mereka bukan lagi menjadi mangsa kolonialisme. Mereka bukan lagi menjadi alat perkakas orang lain dan bukan lagi alat permainan kekuasaan-kekuasaan yang tak dapat mereka pengaruhinya. Pada hari ini Tuan-tuan menjadi wakil bangsa-bangsa yang merdeka, bangsa-bangsa yang mempunyai tokoh dan martabat lain di dunia ini.” (Pidato Soekarno, Presiden pertama RI pada 18 April 1955)
#JasMerah
#kesadaransejarah
#jayakanindonesia2045

Bidang Penalaran
HMJ Sejarah
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Malang

Peringatan Hari Bandung Lautan Api

Selamat Memperingati 71 Tahun Peristiwa Bandung Lautan Api ~ salah satu peristiwa bersejarah di bulan Maret dimana Kobaran api telah membakar kota Bandung serta membakar semangat para pejuang Indonesia ~

Mohammad Toha merupakan tokoh dibalik peristiwa besar Bandung Lautan Api. Ia bersama teman temannya anggota BBRI (Barisan Banteng Republik Indonesia) menjalankan tugasnya untuk meledakkan gudang amunisi persenjataan Inggris. Dan dalam peristiwa tersebut ia telah gugur dalam misinya sebagai pejuang bangsa Indonesia. Toha pun diangkat menjadi salah satu Pahlawan Nasional Indonesia

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.